PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) TERHADAP KUALITAS PRODUK OLAHAN TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) SELAMA PENYIMPANAN)

Autor(s): Shinta Damerys Sirait, Elisa Listianti, Dewi Pujo Ningsih
DOI: 10.55075/wa.v43i2.134

Sari

Pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia berkorelasi positif terhadap kebutuhan pangan. Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) yaitu produk antara dari singkong, menjadi sumber pangan alternatif yang sangat berpotensi karena dapat digunakan sebagai pengganti atau mensubstitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan berbagai jenis kue kering, kue basah, roti, dan sebagainya. Penggunaan tepung mocaf yang semakin popular, menarik untuk dievaluasi yang salah satunya tentang ketahanan simpan atau batas kadaluwarsa dari produk olahan tepung mocaf. Oleh karena itu, pada kesempatan ini telah dilakukan analisis pengaruh penambahan bahan tambahan pangan (BTP) terhadap kualitas produk olahan tepung mocaf roti tawar dan brownies bakar selama waktu penyimpanan tertentu. Dari hasil analisis diperoleh bahwa sampel roti tawar memberikan kadar air rata-rata di atas 55% atau melebihi standar (<40%) baik roti tawar dengan BTP maupun tanpa BTP. Hal ini berakibat pada rendahnya nilai preferensi panelis pada uji organoleptik. Sedangkan hasil pengujian mutu brownies bakar menunjukkan bahwa produk ini telah memenuhi syarat mutu yang diinginkan yaitu, kadar air kurang dari 40%, jumlah kapang khamir kurang dari 104, kesesuaian kenampakan, bau dan rasa normal yang ditunjukkan dengan penerimaan panelis terhadaprasa, aroma dan tekstur pada pengujian organoleptik yang dilaksanakan. Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang ditambahkan pada brownies bakar, baik berupa sorbat maupun propionat, dapat memperpanjang umur simpan brownies bakar tersebut.

 

Kata kunci: mocaf; uji organoleptik; bahan tambahan pangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Aptindo (Assosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia). 2014. Data Kebutuhan Tepung Terigu Nasional. www.aptindo.or.id. Diakses pada tanggal 13 Maret 2015. Buckle, K.A., Edwards, R.A., Fleet, G.H., dan Wootton, M. 1987. Ilmu Pangan Edisi kedua. Diterjemahkan H. Purnomo dan Adiono,. UI Press. Jakarta. Departemen Kesehatan RI. 2010. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bharata Karya Aksara. Jakarta. Desrosier, N. W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Edisi III. Penerjemah Muchji Mulyohardjo. Jakarta: Universitas Indonesia. Gaman, P.M. dan KB Sherrington. 1994. Ilmu Pangan Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. Yogyakarta: UGM Press. Ketaren, S., 2005. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta, Universitas Indonesia Press. Mudjajanto, E.S., dan Yulianti, L.N. 2004. Membuat Aneka Roti. PenebarSwadaya. Bogor Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 SNI 01-384-1995. Syarat Mutu Roti. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. SNI. 1995. Standar Nasional Indonesia untuk roti (SNI 01-3840-1995). Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta. Sediaoetama,A.D. 1993. Ilmu Gizi Jilid II. Dian Rakyat. Jakarta Sufi, S. Y., 1999. Kreasi Roti. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Winarno, F.G., 2004. Produk Pangan. Trubus Agirasana, Surabaya. Kimia Pangan dan Gizi. PT.Gramedia Utama, Jakarta

Winarno, F.G dan Agustinah, W. 2008. Peran Pangan Dan Autism.

Yayath. 2009. Fungsi Bahan-bahan dalam Pembuatan Roti. http://yayathsilahkanmampir. blogspot.com/2009/10/blog-post.html.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.