Skrining Fitokimia dan Pengaruh Cara Pengeringan Terhadap Kualitas Ekstrak Etanol Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt)

Autor(s): Septilina Melati Sirait, Riri Enriyani
DOI: 10.55075/wa.v45i2.42

Sari

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh cara pengeringan terhadap kualitas ekstrak etanol daging buah pala (Myristica fragrans Houtt). Cara-cara pengeringan yang dilakukan adalah pengeringan oven 40oC dan pengeringan langsung di bawah sinar matahari. Hasil uji fitokimia ekstrak daging buah tanaman pala diperoleh bahwa ekstrak daging buah pala mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Analisis kualitas ekstrak etanol daging buah pala (Myristica fragrans Houtt) terdiri dari uji organoleptis, uji kadar air dan uji kadar abu. Dari hasil penelitian diperolah bahwa ekstrak etanol daging buah pala (Myristica fragrans Houtt) dari masing-masing proses pengeringan memiliki ekstrak kental, berwarna cokelat pekat dan bau khas pala. Kadar air daging buah pala dengan metode pengeringan oven sebesar 22,22 % sedangkan dengan metode pengeringan di bawah sinar matahari memiliki kadar air sebesar 3,3 %. Kadar abu daging buah pala dengan metode pengeringan oven sebesar 5,47 % sedangkan dengan metode pengeringan di bawah sinar matahari memiliki kadar abu sebesar 1,77 %.

Kata kunci : Myristica fragrans Houtt; pengeringan; kadar air; kadar abu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

BPOM RI. (2013). Pedoman Cara Pembuatan Simplisia yang Baik. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. (2015). SNI 0006-2015. Pala. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.

Chatterje, S., Zareena, N., Gautam, S., Soumyakanti, A., Prasad, S., & Variyar, A. S. (2007). Antioxidant activity of some phenolic constituents from green pepper (Piper nigrum L.) and fresh nutmeg mace (Myristica fragrans). J. Food Chemistry, 101(2), 515-523.

De Guzman, C ., & Siemonsman, B. S. (1999). Plant Resources Of South-East Asia. Prosea Foundation, 13, 137-141p

Erlinda, G., Rani, P., Yunahara, F., & Kartiningsih. (2017). Penetapan parameter mutu ekstrak yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dari daun cincau hijau (Cyclea barbata L. Miers.). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 15(2), 216-243

Febriani, D., Dina, M., & Endah, R. (2015). Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.). Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba, 475, 477- 478.

Kartika, A. P. (2016). Pemanfaatan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) sebagai antimikroba pada produk sosis tempe. Tesis, Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan

Lima, K., Rafaela, C. M. G., Andrade, M.A., Guimaraes, P. L., Batista, L. R., & Nelson, D. L. (2012). Bactericidal and Antioxidant Activity of Essential Oils From Mirystica fragrans Houtt and Salvia microphylla H.B.K. J Am Oil Chem Soc, 89, 523–528.

Lully, H.E. (2016). Farmakognosi dan Fitokimia. Jakarta : Pusdik SDM Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Mulyono, E. & Hidayat T. (2007). Penggunaan Microwave dalam Sintesis Senyawa Turunan Minyak Atsiri. Prosiding Seminar Nasional dan Pengembangan Teknologi Tanaman Obat dan Aromatik. Bogor, Indonesia

Rismunandar. (1990). Budidaya dan Tataniaga pala. Jakarta : Penebar Swadaya.

Sembiring B. (2007). Teknologi Penyiapan Simplisia Terstandar Tanaman Obat. Warta Puslitbangbun, 13(2), 4-8

Sudarmadji, S., & Haryono, B. (1997). Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta : Liberty.

Sulaiman, F. S., & Ooi, L. K. (2012). Antioxidant and anti Food-Born Bacterial Activities of Extracts from Leaves and Different fruit parts of Myristica fragrans Houtt. Journal Food Control, 25(2), 533 -536.

Wilson K., & Walker, J. (2000). Principles and Techniques of Practical Biochemistry 5 th edition. Cambridge : Cambridge University Press.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.